Senyum Sengat

alone

diantara jengkal masa ini
duduk pula biasnya
diantara jarak jemari
terkulai

Tumbuh. Galau menyeruak
keindahanya terkuak
setelah mata ini sedikit kuarahkan
kepadanya

entah,apa yang akan meledak
nafas ini,
atau tangan yg siap meledakan

aku hanya ingin berbaring,
memandang mata
dan merasakan dekapnya
lagi

senyum sengat yang mengharuskan
untuk tak sedikitpun lari dari peluknya