Kalian Boleh Menghina Kami

by-nuru nonami

“dia memang anak haram, iya anak haram”
beberapa ibi ibu yang memojok di warung itu menunjuki kearah jalanan sempit yang disebut gang. Sementara salah seorang anak mengumpatnya

“anak haraam”

wanita itu hanya terus memangku jalan, biasa, datar dan sedikit angkuh. Kakinya yang jenjang putih dan tampak terawat itu menyusuri gang kumuh yang tampak tercemooh. Untuk apa dia mendengar kalimat kalimat itu bila itulah yang dia emban saat ini.

greeeeek *suara pintu
“ibu? sudah makan? ini bu,” dia menyodorkan sebungkus makanan yang ia buka dari tasnya.”

“dari mana Ris? kamu pergi lagi ketempat kotor itu?”

“kenapa ibu bilang seperti itu? memangnya itu bukan tempat ibu dulu?ibu lupa?”

Risma pergi keluar rumah,membanting kata lalu bergegas untuk dikerubuti umpatan ibu ibu gang kembali.

persetan batinya,dia hanya ingin makan dan bisa terus hidup, ia bukan orang yang munafik, ia hanya jujur dengan apa yang ia hadapi,yang ia kerjakan, bukan menjadi anak yang sok baik. itulah dia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s