Entah Kemana

dulu aku tidak menyangka akan mengenalnya dan dekat dengannya karena aku tidak yakin dia akan mau lebih dari seorang teman. Aku suka denganya, Aku suka ketika dia melukiskan sebuah gambar ditanganku, kami bersembunyi dari yang lainya. Kami menyembunyikan hubungan yang harusnya kami tutupi yang tak lazim untuk diberitakan,bibaca dan diidengar orang lain.

Waktu luang aku usahakan beberapa waktu,meskipun harus berhujan-hujan. Meskipun Ia tak memahamiku juga, Aku suka padanya. Hingga sekarang aku sering merindukanya. Aku berjanji akan datang mengunjunginya, namun rasanya tidak mungkin, aku sudah sangat mengecewakanya, aku juga tak tau mengapa aku demikian terhadapnya padahal dia sangat baik padaku. Berulang kali aku selalu mengacaukan pikiranya, berusaha mendekatinya lalu pergi begitu saja, aku banyak berfikir karenanya, aku selalu berfikir ingin dekat namun aku selalu berfikir kembali bahwa aku tak pantas dengan nya. Ini sungguh membingungkan.

Aku beranggapan aku harus pergi jauh-jauh darinya, membiarkan dia mencari sesuatu yang ia cari, dan aku harus pulihkan kondisinya dengan tak memperlihatkan sosokku didepanya. Sungguh ironi, aku sangat kecewa dengan diriku sendiri. Semoga dia mendapatkan apa yang ia cari selama ini. Wanita yng mengerti dia, yang selalu bisa menemani dia, tak seperti aku selama ini.

Live life

hidup itu indah. Banyak orang yang ingin/ lebih menyukai mengakhiri hidup karena tidak kuat dengan kehidupanya. Mengapa demikian? taukan anda? bahwa hidup itu indah?

lihat lah dunia ini? pergilah ke puncak gunung, ke tempat dimana Anda bisa melihat sekeliling dari ketinggian. Indah bukan? hiruplah nafas kesegaran, perlahan nikmat bukan? tidak banyak yang dapat merasakan itu ,sesekali tengoklah ke rumah sakit, datanglah, kunjungi meski tidak ada yang di kunjungi. Disana Anda dapat melihat, betapa beruntunglah Anda di dunia ini.

sepercik masa yang berlalu

lampaunya kumasih layak dalam memanja
merayu sendu
berperingai kasih,kecil
sungguh kecil nyali yang tumbuh

hingga harus bertambah jengkal masa
bertambah pola ,bahkan sudah mulai menunjuk

beranikah aku?aku berani
mampukah aku?aku mampu
sungguh sepercik masa ini

dalam pula masa yang berlalu

amarah,
kasih cinta,
persahabatan
alun mengalun akupun berjalan
sendiri dengan haru biru,dengan lontar kata ,sungguh
sepercik masa yang berlalu

Tak Dapat Kusampaikan

maafkan aku, aku tak dapat menyampaikan secara langsung kepadamu. Bukan aku ingin merusak perasaanmu, hatimu, perasaanmu kepadaku, namun aku hanya tidak mengerti dengan apa yang aku jalani saat ini.

bermula aku mengenal seseorang yang bisa membuatku jatuh hati padanya, dia bukan orang yang baik , namun ia mau atau sanggup untuk berubah, suatu saat aku sangat berada dipuncak dimana aku menyukainya, benar benar menyukainya. Namun aku mengenal seseorang yang lain, yang sulit aku jelaskan, aku kira aku telah menghianati perasaanku yang aku berikan ke orang yang aku sukai itu. aku menikmati perjalanan romantika hidup dengan orang yang baru saja aku kenal, bukan bermaksud menenggelamkan perasaanku kepadanya,orang yang aku baru kenal.

namu shock,hatiku sangat shock,terpecah terbelah kedalam dalamnya limbah murka yang tak berujung,amarah tak terhindarkan semua yang ada didepanku aku usahkan,aku singkirkan semuanya.

apa yang telah aku lakukan,yang aku kira berlebihan,tidak termaafkan jurtru dibenarkan adanya. memang lebih baik aku seperti itu, meskipun belum menyampaikan rasa suka padanya namun aku lebih dulu kecewa dengan orang pertama, orang kedua yang kukenal,maafkan aku.

kesalahanya memang tak seberapa,hanya menghianati perassaanku,aku kira akulah yang menghianati ,namun dia lebih dari menghianati,lebih dari membinasakan perasaan. dan itulah yang membuat aku seperti ini, terkaang kesunyian melambai sendu dikala malam,dan aku duduk sendiri, termenung dan berusaha menyampaikan alasanku mengingkari setiap janji, menghilang, tiba tiba muncul lalu berpaling.