Entah Kemana

dulu aku tidak menyangka akan mengenalnya dan dekat dengannya karena aku tidak yakin dia akan mau lebih dari seorang teman. Aku suka denganya, Aku suka ketika dia melukiskan sebuah gambar ditanganku, kami bersembunyi dari yang lainya. Kami menyembunyikan hubungan yang harusnya kami tutupi yang tak lazim untuk diberitakan,bibaca dan diidengar orang lain.

Waktu luang aku usahakan beberapa waktu,meskipun harus berhujan-hujan. Meskipun Ia tak memahamiku juga, Aku suka padanya. Hingga sekarang aku sering merindukanya. Aku berjanji akan datang mengunjunginya, namun rasanya tidak mungkin, aku sudah sangat mengecewakanya, aku juga tak tau mengapa aku demikian terhadapnya padahal dia sangat baik padaku. Berulang kali aku selalu mengacaukan pikiranya, berusaha mendekatinya lalu pergi begitu saja, aku banyak berfikir karenanya, aku selalu berfikir ingin dekat namun aku selalu berfikir kembali bahwa aku tak pantas dengan nya. Ini sungguh membingungkan.

Aku beranggapan aku harus pergi jauh-jauh darinya, membiarkan dia mencari sesuatu yang ia cari, dan aku harus pulihkan kondisinya dengan tak memperlihatkan sosokku didepanya. Sungguh ironi, aku sangat kecewa dengan diriku sendiri. Semoga dia mendapatkan apa yang ia cari selama ini. Wanita yng mengerti dia, yang selalu bisa menemani dia, tak seperti aku selama ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s