Pernah

Jika kau mencoba memalingkan mukamu
ketauhilah aku yang harusnya menyingkir dari pandangmu
Mencoba mengusik dan hinggap dalam pelukmu
Dan berlari hingar-bingarnya malam
dan aku mencoba sekali lagi
Memanggil dan menyerukan Aku rindu padamu
Dan sekali lagi, Aku ingin merasakanya

kemarin saat aku masih beranjak pergi
Kau menuntunku
Merasa aku yang menuliskan secarik kertas itu didepan rumahmu

Merasakan setia jemarimu
merasakan alunan kasih yang sendu
merasakan lurus jalanya,indah

Karena aku pernah memintamu datang
karena aku pernah memintamu menyambutku
Dan kamu pernah menghianati
hingga aku pernah Merasa Keji dan aku
Pernah menyukaimu

original by : Nuru Nonami

Kesan

sewaktu ku menginjakan kakiku di garis ini
Aku ragu, jika harus menenggelamkan pagi yang menyilaukan
Ketika bibir ini merasakanya
Terasa pilu
Semua teramat mengesankan

jika bunga
Mungkin tak cukup harum
jika itu udara
mungkin tak cukup terasa kesejukanya
namun ini kesan

Kesan perjumpaan yang Memilukan
dan ini mengesankan
karena sedikit dan membuatku ingin merasakanya lagi.

original by: Nuru Nonami

 

MY LOVE TEACH part2

Libur akhir tahun pun datang, jam mengajarku usai ditahun ini. Kesan lega menyelimuti kesendirianku selama ini. Meskipun sendiri aku selalu ditemani olehnya. Aku sangat menyukainya, begitu menyukainya

***

sepulang sekolah ia selalu aku antarkan pulang mengendarai sepedaku. Kami bukanlah pasangan SMU. Kami hanya teman kumpul dan nongkrong, namun sering teman teman mengatakan aku ini pacar Ester, kami hanya sepasang manusia yang ditakdirkan berdua, saling nyambung ngobrol dan memilki kesukaan yang sama. Hanya itu saja.  Continue reading

Kamu

buku buku yang aku letakan dibelakang rak itu tiba tiba aku ingin membukanya. Ya benar, ketika itu aku menggambarmu dalam anganku, tepat dalam benak dan dalam relung hatiku. Kamu, ada kamu, yang membuatku malu ,sangat malu karena aku begitu menyukaimu.

Aku lupa denganmu, lupa wajah dan kebaikan mu, dan aku membukanya sekali lagi, dalam buku yang aku gambarkan tentang mu. Dan aku ingin duduk dan dekat dengan mu, itu mustahil, aku hanya bersandar di kursi dan memandang gambar sketmu yang aku buat tahun lalu. Sungguh ironi, ternyata aku disini sedang dalam kesendirian.

Nuru Nonami