Perjalanan ke Tanah Bumbu Kalimantan selatan

Kabupaten Tanah Bumbu adalah tujuan utama saya untuk pekerjaan kali ini. Saya berangkat dari Semarang. Untuk bisa sampai di Kab. Tanah bumbu memerlukan waktu yang lama dengan 2 katagori transportasi udara dan darat. Tidak masalah jika perjalanan kami tempuh dengan jalur udara. Karena tidak mendapat Continue reading

Advertisements

Ruang

Tiba tiba aku disini kembali, menaiki dua arah tangga gedung red-soft. Kuketuk pintu paling ujung timur. Perasaan berdebar selalu ada ketika aku datang, entahlah mengapa demikian. Mengamatimu, memandangmu dengan hati-hati. Mengoles warna disebuah mesin yang aku bawa siang tadi. Tiap detik melihatmu, hanya bisa melihat dari jarak berukur meter. Semprotan warna menempel jari-jarimu, kuas hitam berbaur warna kau selipkan dibibirmu. Aku mencintaimu, ingin kupeluk tapi aku tak kuasa. Aku tak bisa. Banyak mata disana, yang memaksaku menahan hasrat ini, meski tak ada, tapi belum tentu . Sayang, aku menyukai saat seperti ini. Melihatmu dengan Continue reading

Kaktus

Pesan yang kukirim untukmu bukan semata hanya bualan, penyesalan yang selalu membayangiku, menjadi momok , ketakutanku semakin bertambah ketika semua mulai meninggi. Aku merasakan sepimu, aku merasakan sakitmu, meski hanya setitik. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan berusaha keras untuk merubah sikapku, merubah pandangan masa lalu yang menghantuimu. I’ll never go. Meskipun tuntutan kerja aku penuhi, dan aku selalu merasa dilema ketika waktu berjalan, tanggung jawabku bertambah.

Aku akan membuatmu tau,aku bersungguh sungguh, aku berkeyakinan kita akan bersama. Entah itu engkau fikirkan atau hanya harapanku saja. Entah itu anganku atau kau hanya memaksakan ketakutanmu terus ada, tanpa melihat. Ini aku yg sesungguhnya.

Lewat kaktus aku titipkan sebuah pesan, kesan. Rawatlah cintaku, aku sangat merepotkan. Aku tau itu, aku menyebalkan, aku tidak mengerti kamu, aku tidak sepenuhnya punya waktu untukmu, dan aku selalu memintamu mengerti. Aku berharap, inilah ujian kesabaran. Aku diluar sana hanya melakukan kewajiban, bukan untuk meninggalkanmu. Aku akan segera pulang untukmu, aku akan tetap tersenyum untukmu, aku ingin memelukmu dan ingin kukatakan aku mencintaimu.

Pertemuan pertama “tahun setelah pergi”

Malam malam lalu, aku bermimpi buruk, setelah setahun lebih pernah memaksakan untuk pergi. Bukan karena aku ingin, tapi keadaan yang membuat ini lebih mantap untuk dijalankan. Bulan lalu dari oktober ini, aku merasa hidup lagi, tidak terjebak di situasi gelap, tidak terkurung di suasana hati yang pilu, tidak hampa seperti kemarin, aku menemukan sesuatu yang baru darinya. Continue reading

INSPIRASI

Selamat datang didunia inspirasiku. Kamu yang sekarang berada didekat hatiku, mengisi hati, hari dan imajinasi. Ya kamu, yang suka bermain main dengan warna, tak banyak yang melihat warna – warninya. Sulit untuk menggambarkan, maaf, melukiskan, tidak juga, mungkin hanya sekadar menuliskan perasaanku sendiri terhadapmu, maaf aku belum bisa menulis namamu disini. Aku tidak mau banyak yang tau. Bukan karena aku malu, enggan atau apa, tapi aku ingat pesanmu. Sesuatu yang belum saatnya  itu  Continue reading

Sejenak

Sejenak Lupakanlah
batasan – batasan yang bukan candumu
sejenak lupakanlah
berapa lama mata ini akan terus bisa memandang
berapa lama nafas ini terus bersautan
sejenak lupakanlah

yang kini kita lewati teruskanlah
hingga muara kelak tiada lagi

sejenak lupakanlah
air mata yang pernah jatuh
dan menguap jauh perlahan menjadi awan dan membasahi hari

Continue reading