Kaktus

Pesan yang kukirim untukmu bukan semata hanya bualan, penyesalan yang selalu membayangiku, menjadi momok , ketakutanku semakin bertambah ketika semua mulai meninggi. Aku merasakan sepimu, aku merasakan sakitmu, meski hanya setitik. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan berusaha keras untuk merubah sikapku, merubah pandangan masa lalu yang menghantuimu. I’ll never go. Meskipun tuntutan kerja aku penuhi, dan aku selalu merasa dilema ketika waktu berjalan, tanggung jawabku bertambah.

Aku akan membuatmu tau,aku bersungguh sungguh, aku berkeyakinan kita akan bersama. Entah itu engkau fikirkan atau hanya harapanku saja. Entah itu anganku atau kau hanya memaksakan ketakutanmu terus ada, tanpa melihat. Ini aku yg sesungguhnya.

Lewat kaktus aku titipkan sebuah pesan, kesan. Rawatlah cintaku, aku sangat merepotkan. Aku tau itu, aku menyebalkan, aku tidak mengerti kamu, aku tidak sepenuhnya punya waktu untukmu, dan aku selalu memintamu mengerti. Aku berharap, inilah ujian kesabaran. Aku diluar sana hanya melakukan kewajiban, bukan untuk meninggalkanmu. Aku akan segera pulang untukmu, aku akan tetap tersenyum untukmu, aku ingin memelukmu dan ingin kukatakan aku mencintaimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s