NOTITTLE

Ketika tidak ada pesan darimu, beginikah rasanya. Jari-jariku menulis sebuah cerita panjang tanpa tema dan tanpa judul, judul apa, tema apa. Tidak aku mengerti. Ketika beberapa lembar tanda tangan aku bubuhkan di enam lembaran yang diberikan oleh rekan. Aku kembali ingat,semalam. Kadang aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu paham, untuk menjelaskan tentang semua, apa apa saja yang sudah aku lakukan dan apa yang tidak aku lakukan. Aku memang orang yang tidak mudah menerima perlakuan orang. Beberapa pernyataan memang tidak aku terima, sakit rasanya ketika apa yang tidak aku lakukan tapi dikatakan orang, Terlebih kamu orang yang aku sayangi.

“Pergi hingga kemalaman, dimarahi orang tua hingga tidak jadi menelpon” “tanya tidak ketemu hanya untuk memastikan”. “aaaaaaa aku tidak begitu” ingin aku berteriak dan berkata aku tidak seperti yang dia kira. Padahal aku sakit dan tidak enak badan, memegang gelas saja malam lalu aku tidak sanggup, terlebih aku tidak menelpon karena kamu bilang kamu lagi kerepotan. terpaksa aku menunggu sambil  berbaring menunggu dan ternyata tertidur dan bangun kaget. Tapi kenapa aku harus mengatakan itu, rasa sakitku tidak sebanding dengan apa yang dia alami saat aku meninggalkanya. Aku mohon maaf tidak dapat menelpon karena aku benar-benar butuh istirahat. Ah tapi sudahlah, aku tidak kuasa menjelaskan, kamu terlalu cerdas untuk bisa menelisik lebih jauh ceritaku, logikamu tinggi. dan kali ini aku bukan lagi orang yang pandai bicara,mencari celah dari mana dari apa aku bingung untuk menjelaskan  aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku hanya bisa menangis saja mendengar kamu bicara. mendengarkan kesalahan yang tidak pernah aku lakukan, hari- hari lalu pula, banyak pernyataan yang kamu katakan yang begitu pedih untuk diingat, sakit untuk diingat, karena aku juga wanita. Aku jahat, air mataku air mata palsu, aku sok manis, senyum sinis menutupi suatu hal. Tapi aku hanya wanita 19 tahun dengan kemampuan berbicara yang buruk, pelupa, aku tidak jahat, aku hanya waspada dan salah, aku punya rasa tulus, aku punya kasih sayang.

“jika tidak kamu lakukan kenapa sewot?”

“lalu aku harus terima begitu saja?”

Ya Tuhan, yang Maha Adil. Tunjukanlah keadilanmu sekarang, jika ini adalah memang murni karma yang engkau berikan kepadaku hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku akan sabar, dan tetap
tulus, karena aku sulit untuk tulus, bagaimana aku ingat ketulusan itu hanya bunga dalam tidur, balasanya sangat sakit, hal ini menjadikan aku takut untuk tulus dimasa lalu, karena begitu
banyak ketulusan yang didustakan, tapi karena dia aku belajar untuk tau dan mengalami dan menjalani apa itu tulus, aku sedang menjalani ketulusan, dari awal dan paling dasar, dengan caraku sendiri, dengan nada lakuku sendiri. Tapi bagaimana dengan dia yang tidak tau ya Tuhan? tulus sudah
kurasakan kesejukanya namun belum sampai kepadanya. Aku sangat memperbaiki perilakuku yang dulu Tuhan. Tapi ini adalah kesalahfahaman baginya.

Ya Tuhan, tetapi apabila ini bukan karma melainkan tindakan yang tidak benar darinya mohon perlihatkan hatiku. Bagaimana aku berperilaku jauh berbeda dibandingkan dulu. Perlihatkan ya Tuhan. Aku sangat memohon. Terkadang aku putus asa, sebegitu beratnya menjadi benar-benar orang yang tulus kepada seseorang.

Avril Lavigne ” I will be all that you want” lagu kebanggan ketika aku memulai kehidupan yang sebenarnya. Banyak yang belum aku dapatkan semasa hidupku, kenapa manusia harus mencintai, kenapa manusia benci kondisi yang mengancam. Kenapa aku benar benar jadi tidak paham dengan semuanya.

Untukmu orang yang selalu ada dihatiku, aku tidak punya niat untuk menghianati, membohongi, dan semua terjadi begitu saja tanpa disengaja, membuat kesalahfahaman ini berlangsung, namun suatu saat nanti kamu akan mengerti. Karena aku selalu berdoa suatu saat kamu pasti akan tau bagaimana benar-benar aku. ah sudahlah Aku sudah terlalu banyak bicara. Terkadang suatu aku ingin menjadi pendiam dan hanya mendengarkanmu bicara. Terkadang aku tidak ingin menjelaskan bagaimana hati ini senang dengan hanya melihatmu. Terkadang aku tidak ingin menangis karena ingat kesalahfahaman, karena itu hanya air mata kepalsuan (katamu). Tapi suatu saat kamu akan tau, bahwa orang yang mungkin kamu curigai pintar berbohong ternyata hanya wanita bodoh yang hanya mengikuti kehidupan yang benar benar dari dasar dari hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s