Mengapa bisa?

Awan yang mengambang. Pagi sejuk berjalan melewati sebuah gang tampak seorang laki-laki dan wanita berbicara dengan keras, aku melewati salah satunya, sedikit mengganggu tapi kubiarkan saja, tiba tiba aku memikirkan sesuatu hal. Semalam, mengapa aku diperlakukan seperti ini? aku tidak mengerti, aku tidak faham, apa yang terus-terus aku lakukan sehingga semuanya terlihat salah. Bahkan apa yang tidak aku lakukan, membuatnya memperlakukan aku seperti ini. Tapi sebenarnya dia tidak melakukan apapun, tidak berbuat apapun, hanya saja suasana hatiku yang senang kadang menjadi parau. Kadang aku merasa tersinggung, kadang aku merasa ini tidak adil. Apa yang sudah aku lakukan sehingga dia banyak melontarkan kata kata yang tidak aku duga, yang tidak aku lakukan. Inikah karma? atau balasan atas segala perbuatanku dimasa lalu? atau dia ingin membalasku? banyak pertanyaan muncul. Banyak kekeliruan muncul.

Apa akan terus berlanjut dengan jalan seperti ini? dengan perasaan senang tiba tiba selalu sakit? mengapa demikian adanya?

Aku menjadi seolah-olah terbalik, aku tidak berbuat apa-apa, tapi justru mendapat perlakuan seperti ini, tapi dia sangat teguh dengan instingnya yang salah. Tapi apakah dia hanya punya fikiran buruk tentangku. Aku hanya takut, karena ketakutanya kehilangan, dia malah menyakiti perasaanku terus menerus. Aku takut, jika perasaanku ini tidak dihargai. Tapi aku harus selalu ingat, Perasaan ini datangya dari Tuhan, lahir dari Tuhan, dengan jalan Tuhan dan aku yakin suatu saat nanti aku bisa jadi yang terbaik untuknya. Apakah hanya ini saja yang akan berlanjut? aku lelah dicurigai, aku lelah dengan salah faham, membuat tubuhku tidak kuat untuk menanggung semua beban, semua hidup. Tuhan, aku mohon berilah aku kesabaran. Tunjukan salahku jika aku salah selama ini. Tapi berikan dia pemahaman tentang perasaanku ini, mengapa aku selalu salah dimatanya? kepalaku rasanya tidak kuat menanggung beban ini. Dadaku rasanya sakit, apa yang sudah aku lakukan? apa yang sudah aku perbuat belakangan ini? ini sudah diluar kemampuanku untuk bisa menegakan hati. Begitu banyak masalah yang aku hadapi. Tapi kali ini diluar batas kemampuanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s