Its enough

Setiap kejadian mengajariku untuk menulis, saat sedih aku lebih banyak menulis cerita, karena disitulah banyak kata-kata pilu yang menusuk perasaanku bisa kulepaskan. Menulis adalah impianku setiap saat, dimana tidak ada seorangpun mendengar tapi bisa setiap saat aku rasakan kelegaanya. Bisa aku ungkapkan perasaan lewat setiap kata. Setiap kata selalu ada air mata, air mata bahagia, air mata sedih, susah, kacau, gelisah. Air mata mengajariku banyak hal, air mata adalah penyesalan yang Tuhan tunjukan kepadaku, betapa kecilnya aku sehingga tidak ada satupun yang bisa membantu kecuali Tuhan. Tidak ada air mata kepalsuan, tidak ada air mata yang tidak berarti apa apa.

Gejolak Rindu

Betapa tidak, dalam tidurku, dalam mimpiku, dalam hariku ada kamu. Masih hangat pelukmu, masih indah canda tawa kita, masih berbekas di hariku, terngiang. Jika bertemu hatiku selalu bahagia, berdebar, gejolak rindu.

Harapku akan selalu seperti ini sekian tahun kedepan, harapku akan berujung kedamaian, canda, marah menjadi tawa lucu, kecewa menjadi kesadaran bahwa tidak mungkin manusia tidak pernah mengecewakan, bahwa harapan tidak selalu datang dengan indah, harapku sulit akan menjadi pelukan hangat, kasih sayang yang membawa kesabaran. Aku mencintaimu :).