Its enough

Setiap kejadian mengajariku untuk menulis, saat sedih aku lebih banyak menulis cerita, karena disitulah banyak kata-kata pilu yang menusuk perasaanku bisa kulepaskan. Menulis adalah impianku setiap saat, dimana tidak ada seorangpun mendengar tapi bisa setiap saat aku rasakan kelegaanya. Bisa aku ungkapkan perasaan lewat setiap kata. Setiap kata selalu ada air mata, air mata bahagia, air mata sedih, susah, kacau, gelisah. Air mata mengajariku banyak hal, air mata adalah penyesalan yang Tuhan tunjukan kepadaku, betapa kecilnya aku sehingga tidak ada satupun yang bisa membantu kecuali Tuhan. Tidak ada air mata kepalsuan, tidak ada air mata yang tidak berarti apa apa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s