16 Apr 2015

Malam mengalunkan deru air yang sangat deras,bukan hujan, sudah sejak kemarin ia membangun dinding dinding tebal penghalang, dia yang membangun dinding penghalang yang tidak aku pungkiri itu sangat membuatku gelisah.

Aku bertanya padanya, masihkah ada rasa cinta. Sudah selama ini dia bungkam dengan pertanyaanku. Aku menanyakan ini, karena aku melihat ketidakadilan didalam matanya, dia menghakimiku dengan kata katanya tapi matanya tidak cinta. Matanya terhalang dinding tebal yang ia buat sendiri, aku mencoba untuk terlepas, melepaskan diri dari dinding itu, melepaskanya, agar kami terbebas dari dinding itu, tapi dia memilih untuk diam terpenjara sedangku berusaha merobohkan dinding itu sendirian, tapi ku ikut hancur dan dia hanya diam.

Advertisements

2 thoughts on “16 Apr 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s