Aku dan Rapuhnya Batinku

Jika aku adalah sebuah pohon, aku kering dan lapuk, kukurang air kukurang sinar matahari, tapi angin tak mampu melambaikan dahan dan rantingku yang sudah tak berdaya untuk ku topang, sedang banyak yang berharap ku akan hidup dan memberi mereka nafas.

Jika aku adalah air, aku ialah air laut. Berkadar garam tinggi hingga mampu membawa lukamu lebih sakit dari dugaanmu, meskipun kubiru, kuhijau, tapi keindahanku bukanlah warna asliku, aku pekat dan sangat mengacau saat lepas dari pantai.

Jika aku adalah sebuah batu, aku adalah cadas, tak terlalu terpakai hanya untuk menimbun yang sudah berlalu. Lalu tanah lainya menutupku, aku berada didasar terendah saat itu tapi yang terlihat bukanlah aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s