Mereka Tuli

Tidak ada yang mendengar, terlalu keras kuberteriak. Bagaimana tentang hidupku? Orang lain bilang aku terlalu mendramatisir, mereka benar, untuk membayangkanya aku tidak sanggup. Aku kehilangan pekerjaanku, kehilangan impianku, aku juga kehilangan rasa kecewaku lalu kutitipkan padanya. Aku ingin menangis, tapi tertahan, karena orang bilang aku mendramatisir. Tapi aku seperti orang gila, ketika kutahan semua ini, aku menangis dijalan malam ini, sebelum aku menulis ini. Apa ada yang merasa kasihan? Tentu tidak, mereka mungkin menertawakan kepedihanku ini.

Ada yang tidak percaya tentang kesedihanku, karena aku tidak bisa menangis sedih didepan mereka, aku tertawa lepas penuh kesombongan, tapi aku terlalu kecil untuk melakukanya. Aku bohong didepan mereka. Aku tertawa, Tapi aku menangis disetiap malam, tapi tidak ada yang percaya aku menangis. Mereka membayangkan bagaimana kesombongan, keceriaan, bahwa aku tidak bisa menangis. Dan itu cukup bagiku untuk tau, mereka tidak bisa mendengarku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s