Hati Hati

Kuletakan hati ini perlahan, namun terkoyak, terguncang, dan aku mati. Hal indah apa selain kematian, bukankah kematian adalah kebangkitan. Bukanlah kesukaran adalah awal kemudahan, begitukah Tuhan?

Tubuh ini terlalu kecil untuk memulai hal besar, terlalu kecil untuk bersiasat tidak mungkin kulakukan, seperti kehendakMu, manusia tidak bisa memaknai begitu saja, mungkin seperti itulah yang dia lakukan padaku. Aku tidak bisa melakukan apapun. Bahkan aku tidak melihat apa salahku? Apa karena Tuhan tidak membukakan mata padaku. Atau Tuhan tidak membukakan mata padanya.

Kasihku, aku merindukanmu. Apa hidupmu berlalu tanpa aku, apakah kau baik baik saja, hatiku. Apakah hatimu terluka, hatiku. Apakah tiada maaf lagi untuku, hatiku. Apakah kau menganggap aku menggunjingmu?hatiku. Bagaimana aku berkata jika kau tidak mendengar, jika kutulis apakah aku menggunjingmu?

Aku tidak menggunjingmu, tidak hatiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s