Madu Hutan

Madu ini bukan madu sembarang madu, dia berurat penuh keluh dan desah. Bukan Pilu, bukan sesal. Manisnya bagai madu hutan, piawainya santun. Keindahan ini lebih dari cukup bagi yang melihat. Siapa insan tuan? dia adalah seorang pengajar, dia adalah pembagi ilmu duniawi. Santunya adalah ilmu akhirat.

Tetapi siapa sangka, semanis itu hingga membuatku tercela, terperanjat. Madu hutan, manis dan liar. Kutengok dan kusesalkan melihatnya. Tutur tak sepadan lakunya. Hanya Tuhan yang tau. Kekaguman pada hamba Tuhan sirna.

 

part 1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s