ya malam

Saat ini aku sedang bergumam pada malam. Malam.. Mengapa malam ini begitu dingin. Adakah kehangatan untuku, karena hanya ada dingin dan ketusnya obrolan. Malam, mengapa dingin malam ini? Aku hanya bercerita apa yang aku fikirkan dalam batinku mengapa malam ini begitu dingin dari biasanya. Malam? Akankah engkau menyalahkanku kenapa aku mengatakan malam begitu dingin? Bisakah kau jelaskan padaku mengapa dingin ini membuatku mengeluh? Apa aku boleh bercerita? Bukan kau yang membuat dingin, tapi angin. Mungkin karena hanya ada kau malam aku bercerita. Karena tak satupun angin ada didekatku, dia berlalu melewati tubuh ini. Jadi hanya padamu malam aku bertanya dan bercerita. Karena satu satunya kau yang aku punyai.

2 oktober 2015

‚Äč2 oktober 2015
Bau anyir, kapur wangi dan sabun batang menusuk rongga hidungku, kututup jendela yang tersibak tirainya dipukul 12, berita kematian sampai, tapi sejak kemarin bau anyir dan kematian sudah tercium.

Angin malam mulai menurun suhunya tapi gerak semakin hebat, menderu mengoyak koyak tirai atas tempat kuberbaring. Hari ini begitu dingin. Hingga kututup semua bagian tubuhku. Bau anyir, merinding, esok ada lagi yang pergi. Orang yang biasa kusapa dipagi hari, tiada kudengar seperti ia tak dengar. Tapi tubuhku semakin merinding lalu kuberbaring dan menarik selimut.

Halo

Halo apa kabar diriku, dear. Pertanyaan yang muncul dalam benakku. Siapa dan bagaimana aku. Seseorang membukakan mataku, betapa kekanak kanakanya aku. Aku kira aku ini cukup dewasa. Tapi tidak:'(:'( aku tidak pernah dewasa. Menghadapi masalah, ternyata aku tidak bisa . Untuk bisa mengungkapkan suatu hal, itu kelemahanku. Aku lebih sering menangis saat menemui masalah. Iya memang seperti anak kecil. Benar saja tidak ada yang menerimaku :|. Baru tersadar jika aku hanya sok dewasa. Lalu bagaimana Tuhan? Jika kau tak turunkan air dari langit mungkin aku tak akan kenal yang namanya hujan. Jika tak Engkau kirimkan penyakit, mungkin aku tidak akan tau apa itu kesembuhan.

Tuhanku, bolehkah aku sedikit bercerita lewat tulisan ini? Aku sakit apa ya Tuhanku, bisakah aku sembuh dari penyakit ini.

Tau kau

Tau kau ketika tidur kuimpikan dirimu

Tau kau ketika malam merindukanmu adalah hal yang tiap hari aku lakukan

Tau kau ketika kugenggam tangganmu, jantungku berdetak kencang serasa ingin meledak

Tau kau ketika kutatap wajahmu, aku berkata Tuhan mempertemukan kita dengan cara seperti ini

Tau kau ketika kutau hal itu, aku ingin berlari padamu.. Tetap bersamaku apapun yang terjadi

Tau kau kutak akan pergi kecuali kamu memintanya

Tau kau cukup sekali kau katakan aku harus pergi

Tapi kukembalikan padamu, aku tak benar benar pergi, aku masih disini, memikirkanmu, merindukanmu. Masihkah kau berfikir aku memikirkan yang lain ?

Tidur

Kupejamkan mata dalam sayup sayup gelap. Aku seakan melihatmu tertidur pulas. Aku tersenyum karena dapat memandangi wajah lucumu.

Kata indah yang kau ucap, ingin setiap hari aku dengar. Genggaman tanganmu menenggelamkan jemari kecilku ingin selalu aku rasakan, kecupan dan senyuman sayang ingin aku dapatkan dihari hari yang datang.

Kini aku merindukan wajah tidurmu,kuusap ranjang tidurku. Namun kosong. Kuberharap pagi akan membawamu kehadapanku. Ketika aku akan menyapamu selamat pagi. Aku kembali memejamkan mata, berharap kau ada didepanku. Betapa aku merindumu.

Sebuah Pesan

Denting polyphonic berbunyi nyaring, kubuka mata. Kututup dan kutarik selimut. Aku tidak benar benar tidur. Aku hanya tidur tidur ayam. Itu bunyi alarm pagi membangunkanku. Tau aku tak tidur semalam tapi pagipun sudah akan menyergap.

Sebuah pesan yang aku baca berulang ulang. 

Kami bertengkar hebat, aku yang menulis banyak kata, menimbulkan kesalahan yang teramat rumit, aku dan pemahamanku, dia dengan pemahamanya.

Kubaca lagi pesan itu,berulang. Mana yang salah? Siapa? Aku?

Kemudian kusingkirkan amarah,mulai kurendahkan suhu kepala, aku berdoa pada Tuhan. 

Jawabanya adalah sebuah pesan dari ibu. 
Catatan : pesan yang dimaksud adalah pesan berupa pesan yang dikirim melalui handphone dan pesan berupa nasehat orang tua.

8 Oktober 20116

Malam ini atau pagi ini pukul 0.29 ketika aku menulis ini, aku mendengarkan lagu TERE LIYE ost veer zara. Alunan musiknya menbawaku ke rasa sakit, setiap ayunan biola yang berbunyi. Dadaku sesak penuh. Aku ucapkan selamat malam, tapi malam usai. Ini pukul 0.30. 

Aku terlahir keras kepala, kebiasaanku mendominasi apaapun. Tapi aku rasa itu melelahkan bagiku. Aku tidak ingin sendirian dan melakukan apapun seperti sendiri. Tapi kebiasaanku melakukn hal sendiri, tanpa bantu tangan orang lain. Aku terbiasa dibiarkan begitu saja. Aku selalu merasa sendiri sehingga apapun yang aku inginkan aku lah yang harus memulai. Karena tiada satupun yang akan menopangku.

Aku harus begitu..

Tapi sekarang harus berubah..

Menjadi power ranger… Hahaha