2 oktober 2015

​2 oktober 2015
Bau anyir, kapur wangi dan sabun batang menusuk rongga hidungku, kututup jendela yang tersibak tirainya dipukul 12, berita kematian sampai, tapi sejak kemarin bau anyir dan kematian sudah tercium.

Angin malam mulai menurun suhunya tapi gerak semakin hebat, menderu mengoyak koyak tirai atas tempat kuberbaring. Hari ini begitu dingin. Hingga kututup semua bagian tubuhku. Bau anyir, merinding, esok ada lagi yang pergi. Orang yang biasa kusapa dipagi hari, tiada kudengar seperti ia tak dengar. Tapi tubuhku semakin merinding lalu kuberbaring dan menarik selimut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s