SESAK

Hari ini kusesak
Pagi tadi, malam tadi kusesak

Konsekuensi yang aku takuti, terjadi
Aku mencoba Mengerat dalam dekapan yang dingin
Dekapan dingin yang sudah membeku,karenaku

semakin kutakut, semakin sesak
semakin kusesak, aku membuncahkan
Aku membuncah dan tangan ini menyayat hatiku sendiri
Ketakutan dan rasa kehilangan berangsur beberapa masa
karena sesak ku sendiri

Kuberfikir jauh batas angan, membuat pola, memaki sendiri
Aku dan fikiranku yang sesak
Kutahan bertahun tahun untuk melawan emosional
Tapi kandas di malam tadi
dan aku membuat kesalahan besar lagi
yang tidak termaafkan
meski tiada niat dalam nurani

Daun yang gugur kebumi tak akan bisa lagi kembali pada rantingnya
Daun itu akan membusuk, demi menyuburkan tanah akar pohon
Meskipun Pohon tak mengakui daun itu lagi sebagai bagian dari dirinya
tapi Tuhan lebih tau mana yang sebenarnya
Tuhan kuatkan aku dalam menjalani konsekuensi ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s