Ingkar

Orang yang pergi adalah orang yang ingkar janji. Kau pernah memerintahku pergi karena aku berkata janji tidak akan pergi tanpa kau memintaku. Tapi mengapa memintaku mengingkari janjiku sendiri. Aku tidak takut meninggalkan siapapun, karena aku pasti akan kembali kepada Tuhanku, Allahku. 

Jika aku tidak melakukan kewajibanku aku berarti meninggalkan Tuhanku. Jika kau bertanya. Aku mengingkari janjiku? Aku akan menjawab aku akan kembali keTuhanku, apa kamu seyakin itu? Itu pasti, karena itulah beda dirimu dengan Tuhanku. Ketika aku hancur, Aku meminta kepada Tuhanku, datangnya dirimupun karena Tuhanku dan perginya dirimu karena Tuhanku. Aku mencintai Tuhanku, jika aku lebih mencintaimu, maka Tuhanku akan murka dan mengambil yang membuatku menduakanya. Tapi Tuhanku hanya berpesan jagalah dirimu selagi aku bisa, sekuat tenagaku. Karena jika kau lepas karena dirimu sendiri, Tuhanku yang akan menentukan nasibku, jika kau lepas karena aku, Tuhan akan menghukumku, aku takut dihukum Tuhanku karena menyakitimu. Aku takut akan diberikan hukuman atas ketidaksungguhanku bila engkau sampai pergi.

Tuhanku bisa menilai, aku bukan hamba yang sangat taat, tapi aku tidak akan menduakan cintaku terhadapnya. Tapi maaf aku menduakanmu karena yang pertama adalah Tuhanku, sehingga aku tidak punya rasa takut. Jikapun ada, Tuhanku akan menyembuhkan lukaku. Banyak luka yang disembuhkan olehNya. Aku harap kau mencintai Tuhanku Tuhanmu dengan lebih dari kau mencintaiku. Karena jika aku pergi percayalah itu adalah cinta Tuhanku dan Tuhanku ingin aku kembali kepadanya. Tidak ada alasan menduakanmu dengan manusia lain. 

Bukan alasanku berusaha dan bertahan karena kau menerimaku. Tapi aku mencintaimu karena Tuhanku. Aku berusaha dan bertahan karena Tuhanku. Aku berkeyakinan untuk mendapatkan hal yang indah bukan datang dari manusianya, tapi karena Tuhan memberikan keindahan setelah hal hal yang sulit sudah terlampaui.

Aku mencintaimu karena Tuhanku. Aku tidak ingin jadi ingkar. Karena aku mencintai, maka aku akan melakukan hal yang seharusnya dilakukan orang yang mencintai.

Dinding Kaca

Dinding kaca yang kutatap sembari lalu, terus kutatap dan kutemukan beberapa daun yang membuatku tertuju. Tidak ada yang menarik pada daun itu. Aku beranjak kebalkon, duduk dikursi goyang dan kututup rapat mata kantuk ini, aku benar benar tidak tidur. Aku ingin memejamkan mata, yang aku lihat hanya dirimu. Tulisan tulisan yang membayang bayang. Aku tidak tau suasana hatiku seperti apa, aku tidak merasakan apapun, sakit? Tidak. Sedikit iya bila diingat tapi aku lebih merasa hambar. Aku merasa menapakan kaki tapi terlalu ringan untuk aku pijakan.

Aku hanya menghela hela nafas panjang, terngiang lalu kupejamkan mata. Hambar, aku merasa hambar, tidak ada perasaan senang dan sedih. Pagi ini, aku benar benar tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan, aku merasa hampa dan sepi. Ada hal yang ingin kukatakan tapi tidak ada kalimat, aku hanya sampai pada batin yang terus berkata, aku kenapa?