Dinding Kaca

Dinding kaca yang kutatap sembari lalu, terus kutatap dan kutemukan beberapa daun yang membuatku tertuju. Tidak ada yang menarik pada daun itu. Aku beranjak kebalkon, duduk dikursi goyang dan kututup rapat mata kantuk ini, aku benar benar tidak tidur. Aku ingin memejamkan mata, yang aku lihat hanya dirimu. Tulisan tulisan yang membayang bayang. Aku tidak tau suasana hatiku seperti apa, aku tidak merasakan apapun, sakit? Tidak. Sedikit iya bila diingat tapi aku lebih merasa hambar. Aku merasa menapakan kaki tapi terlalu ringan untuk aku pijakan.

Aku hanya menghela hela nafas panjang, terngiang lalu kupejamkan mata. Hambar, aku merasa hambar, tidak ada perasaan senang dan sedih. Pagi ini, aku benar benar tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan, aku merasa hampa dan sepi. Ada hal yang ingin kukatakan tapi tidak ada kalimat, aku hanya sampai pada batin yang terus berkata, aku kenapa? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s