Tiada Kau Tau

Kenapa kalian tidak tulus, kenapa kalian membuatku meratapi nasibku, kenapa? 

Atau aku harus berfikir tidak pernah dilahirkan,agar aku tidak pernah bertanya siapa diriku. Jalan apa yang aku lalui ini. Mungkin sudah suratan hidupku, nasibku ,didunia ini. Aku kehilangan umur pendeku dengan bersedih dan tidak pernah berhenti menyaksikan kegelapan hidupku. Ataukah aku harus menangis di sisa sisa usiaku nanti. Atau aku harus berfikir menjadi picik dan jahat seperti kalian, agar aku tidak merasa hal ini? Semua ini? Aku hanya menulis, sehingga tiada sisa sisa pena yang kujejakan, sehingga tiada secarik kertas yang terselip untuk kau baca, tiada. Kutulis dan kuterbitkan. Sehingga mata dan telingamu tiada menyaksikan betapa sulitnya jalan yang kutempuh, kututup rapat pintu rumah dan tiada kau tau diluaran sana aku melawan tajamnya kehidupan. Tiada kau tau. Sehingga tiada kau tau. Aku membalut luka dan menjahit hujaman di dadaku ini menembus depan lalu belakang. Sehingga kutetap baik baik saja. Biarkan aku yang merasakan, aku tak mampu berkata kata.

Kadang kulupa, kutakut hal yang belum berjalan, kudahului kehendakNya dan kuberdosa. Kutakut dan membuat bayangku bercanda dengan anganku. Seolah ku Tuhan yang mengetahui segalanya, didepan sana kumelihat sebuah benda besar yang berbicara, lalu Tuhan membawaku kepadanya, itu hanyalah cerminanku. Aku adalah marabahaya, aku yang membuatnya. Aku takut hal terjadi lalu kuberandai itu terjadi hingga terjadilah. 

Advertisements

Berayun

Kutidur larut, pagi membentang kutarik awan dan tertidur kembali. Berlanjut dari hari kehari

Aku duduk berdua, saling menatap dan menggenggam

Kami berayun kasih, memanjakan pesona dan gairah hati. 

Kuulang senyuman hingga tiada jemu.

Berpatah kata, hati yang berbunga cuaca yang sejuk menambah tenang jiwa

Kabut kabut melewati senja, melewati lambaian dan tatapan nanar

Tidak ingin usai, tidak ingin terjadi

Kuharus terbangun dan menerima keadilan dunia, yang mana duri pelindung menancap ketika sesak tiba

Yang ada mimpi pagi yang indah

Andai langit dan laut itu sama

Aku bisa berenang dan terbang seperti ayunan dalam perahu

Jika hari ini harapan hanya bisa kugadai dalam mimpi, aku ingin berwujud dalam bumi

Bersamanya bahagia bukan andaian mimpi

Jika kemarin kutidak ingin terbangun, jika kubenci membuka kelana ,jika kubenci suara remeh 

Aku akan memulai hari dengan melupa tentang kesedihann yang lalu.