Berayun

Kutidur larut, pagi membentang kutarik awan dan tertidur kembali. Berlanjut dari hari kehari

Aku duduk berdua, saling menatap dan menggenggam

Kami berayun kasih, memanjakan pesona dan gairah hati. 

Kuulang senyuman hingga tiada jemu.

Berpatah kata, hati yang berbunga cuaca yang sejuk menambah tenang jiwa

Kabut kabut melewati senja, melewati lambaian dan tatapan nanar

Tidak ingin usai, tidak ingin terjadi

Kuharus terbangun dan menerima keadilan dunia, yang mana duri pelindung menancap ketika sesak tiba

Yang ada mimpi pagi yang indah

Andai langit dan laut itu sama

Aku bisa berenang dan terbang seperti ayunan dalam perahu

Jika hari ini harapan hanya bisa kugadai dalam mimpi, aku ingin berwujud dalam bumi

Bersamanya bahagia bukan andaian mimpi

Jika kemarin kutidak ingin terbangun, jika kubenci membuka kelana ,jika kubenci suara remeh 

Aku akan memulai hari dengan melupa tentang kesedihann yang lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s