Tiada Kau Tau

Kenapa kalian tidak tulus, kenapa kalian membuatku meratapi nasibku, kenapa? 

Atau aku harus berfikir tidak pernah dilahirkan,agar aku tidak pernah bertanya siapa diriku. Jalan apa yang aku lalui ini. Mungkin sudah suratan hidupku, nasibku ,didunia ini. Aku kehilangan umur pendeku dengan bersedih dan tidak pernah berhenti menyaksikan kegelapan hidupku. Ataukah aku harus menangis di sisa sisa usiaku nanti. Atau aku harus berfikir menjadi picik dan jahat seperti kalian, agar aku tidak merasa hal ini? Semua ini? Aku hanya menulis, sehingga tiada sisa sisa pena yang kujejakan, sehingga tiada secarik kertas yang terselip untuk kau baca, tiada. Kutulis dan kuterbitkan. Sehingga mata dan telingamu tiada menyaksikan betapa sulitnya jalan yang kutempuh, kututup rapat pintu rumah dan tiada kau tau diluaran sana aku melawan tajamnya kehidupan. Tiada kau tau. Sehingga tiada kau tau. Aku membalut luka dan menjahit hujaman di dadaku ini menembus depan lalu belakang. Sehingga kutetap baik baik saja. Biarkan aku yang merasakan, aku tak mampu berkata kata.

Kadang kulupa, kutakut hal yang belum berjalan, kudahului kehendakNya dan kuberdosa. Kutakut dan membuat bayangku bercanda dengan anganku. Seolah ku Tuhan yang mengetahui segalanya, didepan sana kumelihat sebuah benda besar yang berbicara, lalu Tuhan membawaku kepadanya, itu hanyalah cerminanku. Aku adalah marabahaya, aku yang membuatnya. Aku takut hal terjadi lalu kuberandai itu terjadi hingga terjadilah. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s