Aku dan Rapuhnya Batinku

Jika aku adalah sebuah pohon, aku kering dan lapuk, kukurang air kukurang sinar matahari, tapi angin tak mampu melambaikan dahan dan rantingku yang sudah tak berdaya untuk ku topang, sedang banyak yang berharap ku akan hidup dan memberi mereka nafas.

Jika aku adalah air, aku ialah air laut. Berkadar garam tinggi hingga mampu membawa lukamu lebih sakit dari dugaanmu, meskipun kubiru, kuhijau, tapi keindahanku bukanlah warna asliku, aku pekat dan sangat mengacau saat lepas dari pantai.

Jika aku adalah sebuah batu, aku adalah cadas, tak terlalu terpakai hanya untuk menimbun yang sudah berlalu. Lalu tanah lainya menutupku, aku berada didasar terendah saat itu tapi yang terlihat bukanlah aku.

Advertisements

Its enough

Setiap kejadian mengajariku untuk menulis, saat sedih aku lebih banyak menulis cerita, karena disitulah banyak kata-kata pilu yang menusuk perasaanku bisa kulepaskan. Menulis adalah impianku setiap saat, dimana tidak ada seorangpun mendengar tapi bisa setiap saat aku rasakan kelegaanya. Bisa aku ungkapkan perasaan lewat setiap kata. Setiap kata selalu ada air mata, air mata bahagia, air mata sedih, susah, kacau, gelisah. Air mata mengajariku banyak hal, air mata adalah penyesalan yang Tuhan tunjukan kepadaku, betapa kecilnya aku sehingga tidak ada satupun yang bisa membantu kecuali Tuhan. Tidak ada air mata kepalsuan, tidak ada air mata yang tidak berarti apa apa.

Ruang

Tiba tiba aku disini kembali, menaiki dua arah tangga gedung red-soft. Kuketuk pintu paling ujung timur. Perasaan berdebar selalu ada ketika aku datang, entahlah mengapa demikian. Mengamatimu, memandangmu dengan hati-hati. Mengoles warna disebuah mesin yang aku bawa siang tadi. Tiap detik melihatmu, hanya bisa melihat dari jarak berukur meter. Semprotan warna menempel jari-jarimu, kuas hitam berbaur warna kau selipkan dibibirmu. Aku mencintaimu, ingin kupeluk tapi aku tak kuasa. Aku tak bisa. Banyak mata disana, yang memaksaku menahan hasrat ini, meski tak ada, tapi belum tentu . Sayang, aku menyukai saat seperti ini. Melihatmu dengan Continue reading

Kaktus

Pesan yang kukirim untukmu bukan semata hanya bualan, penyesalan yang selalu membayangiku, menjadi momok , ketakutanku semakin bertambah ketika semua mulai meninggi. Aku merasakan sepimu, aku merasakan sakitmu, meski hanya setitik. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan berusaha keras untuk merubah sikapku, merubah pandangan masa lalu yang menghantuimu. I’ll never go. Meskipun tuntutan kerja aku penuhi, dan aku selalu merasa dilema ketika waktu berjalan, tanggung jawabku bertambah.

Aku akan membuatmu tau,aku bersungguh sungguh, aku berkeyakinan kita akan bersama. Entah itu engkau fikirkan atau hanya harapanku saja. Entah itu anganku atau kau hanya memaksakan ketakutanmu terus ada, tanpa melihat. Ini aku yg sesungguhnya.

Lewat kaktus aku titipkan sebuah pesan, kesan. Rawatlah cintaku, aku sangat merepotkan. Aku tau itu, aku menyebalkan, aku tidak mengerti kamu, aku tidak sepenuhnya punya waktu untukmu, dan aku selalu memintamu mengerti. Aku berharap, inilah ujian kesabaran. Aku diluar sana hanya melakukan kewajiban, bukan untuk meninggalkanmu. Aku akan segera pulang untukmu, aku akan tetap tersenyum untukmu, aku ingin memelukmu dan ingin kukatakan aku mencintaimu.

Pertemuan pertama “tahun setelah pergi”

Malam malam lalu, aku bermimpi buruk, setelah setahun lebih pernah memaksakan untuk pergi. Bukan karena aku ingin, tapi keadaan yang membuat ini lebih mantap untuk dijalankan. Bulan lalu dari oktober ini, aku merasa hidup lagi, tidak terjebak di situasi gelap, tidak terkurung di suasana hati yang pilu, tidak hampa seperti kemarin, aku menemukan sesuatu yang baru darinya. Continue reading

KEGELAPAN

image

Jika memilih untuk lari, mungkin aku tak bisa seperti sekarang ini. Banyak memang yang harus aku timbang agar aku bisa memperoleh yang ringan dan penting, bukan lari namun mencoba meringankan dengan mencobanya satu persatu.

Aku tau, kelak, nanti, 2 atau 3 tahun lagi, 4 atau 5 tahun. Tidak akan bisa menyembunyikan bangkai yang merebak luas di ingatan. Namun sekarang hanya menutupi lubang hidungmu yang saat kau bosan akan mengendusnya kembali.

Manusia tidak sempurna, manusia penuh dengan masalah tapi cobalah untuk berfikir luas, bahwa disana, di jauh yang bisa kamu pandang ada anak yatim, Psk, copet, pengamen, pengemis yang bisa kamu bandingkan, betapa beruntungnya kamu,aku, kita. Tapi tidak lupa juga banyak disana manusia manusia sukses, kaya,penuh harta, dermawan, kikir.
Semua yang bisa berjalan dikegelapan akan menemukan kecerahan dibanding memilih diam dalam kegelapan ,sampai hayatpun tidak akan ada yang berubah dan lebih indah.

Nurunonami