Arti Hujan

Langit memberi putih yang nyata
Biru, putih tidak ternoda
Langit memberi hitam yang menakutkan
Bukan amarah, tapi kehidupan
Rumput hijau yang tumbuh menghijau
Pohon yang terus menumbuhkan ranting dahan baru
Bunga bermekaran
Buah ranum untuk dipetik
biji yang menjadi tunas
Dan Kehidupan

Dari arti hujan aku berlindung dibawahnya
Aku mulai kebasahan
Ceria atau sakit
Namun hujan tetap sama sepanjang masa
Kesetiaanya untuk tetap membasahi bumi ini
Langit tidak meminta daun yang dia hijaukan
langit tidak meminta buah segar yang kau petikan
Ataupun bunga untuk kau tabur ke penghujung hujan
Arti hujan , memberi
Tidak Meminta
Cinta hanya tau memberi tanpa memaksa
Cinta hanya tau merindu bukan meminta dirindu
Tidak meminta

Advertisements

BETAPA

Betapa indahnya membayangkan mereka beradu kasih
Betapa indahnya membayangkan memori berkesan tentang mereka
Tapi aku merasa sedih
Betapa Indah kasihnya kepada dia
Tapi aku merasa sedih
Betapa indah dan pilu perjuangan mereka
Tapi aku merasa sedih

Betapa indahnya jalinan kasihnya
Betapa indah kisah cintanya

Memori yang terus berputar dikepala
Langkah yang terus mundur
Membuatku Hancur
Mengapa aku merasa seperti ini?

Mengapa bukan aku yang merasakan hal itu?
mengapa hanya aku yang berusaha dalam kisahku?
Tidak pernah aku dikasihi,dicintai seperti itu
jika aku sekarang ada, apakah hal yang sama? apakah masih ada rasa yang seperti itu
Apa aku akan begitu indah?
Nafasku terus mencekik leher
Benar benar sakit

KEEP ME INSIDE

Keep your body in the middle of the night
Dont keep me inside

You look me
You right
You sing about bluesky
And I go down, than you smile

You sing about the tree
But can be my broken
Ant say, “You never know the mistery”

Than ever, small and so far
not a dissapointed, but my blood so fast
My head and my hand
My Shoulder fall apart

SESAK

Hari ini kusesak
Pagi tadi, malam tadi kusesak

Konsekuensi yang aku takuti, terjadi
Aku mencoba Mengerat dalam dekapan yang dingin
Dekapan dingin yang sudah membeku,karenaku

semakin kutakut, semakin sesak
semakin kusesak, aku membuncahkan
Aku membuncah dan tangan ini menyayat hatiku sendiri
Ketakutan dan rasa kehilangan berangsur beberapa masa
karena sesak ku sendiri

Kuberfikir jauh batas angan, membuat pola, memaki sendiri
Aku dan fikiranku yang sesak
Kutahan bertahun tahun untuk melawan emosional
Tapi kandas di malam tadi
dan aku membuat kesalahan besar lagi
yang tidak termaafkan
meski tiada niat dalam nurani

Daun yang gugur kebumi tak akan bisa lagi kembali pada rantingnya
Daun itu akan membusuk, demi menyuburkan tanah akar pohon
Meskipun Pohon tak mengakui daun itu lagi sebagai bagian dari dirinya
tapi Tuhan lebih tau mana yang sebenarnya
Tuhan kuatkan aku dalam menjalani konsekuensi ini

JANGAN COBA

Siul kusiulkan dalam malam, tiada burung beterbangan
Andai indah yang tercipta tak runtuh
Andai Kasih yang tercipta bukan kepalsuan
Bukan sesal
Aku hanya tidak ingin mencoba

Sekarang aku berdiri diatas runtuhnya
Sekarang aku menatap jauh Ragu kepalsuan
Hanya aku sesal, menyesal pernah datang

Tumpuanku telah lenyap, begitu angin berkata
Aku sendiri terombang ambing
Pernah terombang ambing
Jangan coba,
Datang dihadapanku, atau kumusnahkan
Datang Dibalik laluan yang kulewati, atau kuhancurkan dirimu

Jangan coba
Menghindarlah, dari pandang mata
Karena bukan kutak bisa, tapi umpatanku tidak akan pernah berhenti
Sebelum kau berlalu

Kau busukan sendiri sajianku
Kau Rendahkan sendiri martabatmu
Kau patahkan sendiri kakimu
Kau Hunuskan sendiri dadamu
Kau Bakar sendiri tubuhmu

Jangan mencoba menyalahkanku

Madu Hutan

Madu ini bukan madu sembarang madu, dia berurat penuh keluh dan desah. Bukan Pilu, bukan sesal. Manisnya bagai madu hutan, piawainya santun. Keindahan ini lebih dari cukup bagi yang melihat. Siapa insan tuan? dia adalah seorang pengajar, dia adalah pembagi ilmu duniawi. Santunya adalah ilmu akhirat.

Tetapi siapa sangka, semanis itu hingga membuatku tercela, terperanjat. Madu hutan, manis dan liar. Kutengok dan kusesalkan melihatnya. Tutur tak sepadan lakunya. Hanya Tuhan yang tau. Kekaguman pada hamba Tuhan sirna.

 

part 1

Orang Bicara

saat mereka berbicara
aku berdebar
saat mereka berbicara, tubuhku bergejolak
ada ketakutan hadir

saat mereka berbicara
mereka melihatku membisu
saat mereka bicara
aku hadir, merasakan hatiku sakit

saat mereka bicara
aku lebih dari apa yang mereka takutkan