BETAPA

Betapa indahnya membayangkan mereka beradu kasih
Betapa indahnya membayangkan memori berkesan tentang mereka
Tapi aku merasa sedih
Betapa Indah kasihnya kepada dia
Tapi aku merasa sedih
Betapa indah dan pilu perjuangan mereka
Tapi aku merasa sedih

Betapa indahnya jalinan kasihnya
Betapa indah kisah cintanya

Memori yang terus berputar dikepala
Langkah yang terus mundur
Membuatku Hancur
Mengapa aku merasa seperti ini?

Mengapa bukan aku yang merasakan hal itu?
mengapa hanya aku yang berusaha dalam kisahku?
Tidak pernah aku dikasihi,dicintai seperti itu
jika aku sekarang ada, apakah hal yang sama? apakah masih ada rasa yang seperti itu
Apa aku akan begitu indah?
Nafasku terus mencekik leher
Benar benar sakit

KEEP ME INSIDE

Keep your body in the middle of the night
Dont keep me inside

You look me
You right
You sing about bluesky
And I go down, than you smile

You sing about the tree
But can be my broken
Ant say, “You never know the mistery”

Than ever, small and so far
not a dissapointed, but my blood so fast
My head and my hand
My Shoulder fall apart

SESAK

Hari ini kusesak
Pagi tadi, malam tadi kusesak

Konsekuensi yang aku takuti, terjadi
Aku mencoba Mengerat dalam dekapan yang dingin
Dekapan dingin yang sudah membeku,karenaku

semakin kutakut, semakin sesak
semakin kusesak, aku membuncahkan
Aku membuncah dan tangan ini menyayat hatiku sendiri
Ketakutan dan rasa kehilangan berangsur beberapa masa
karena sesak ku sendiri

Kuberfikir jauh batas angan, membuat pola, memaki sendiri
Aku dan fikiranku yang sesak
Kutahan bertahun tahun untuk melawan emosional
Tapi kandas di malam tadi
dan aku membuat kesalahan besar lagi
yang tidak termaafkan
meski tiada niat dalam nurani

Daun yang gugur kebumi tak akan bisa lagi kembali pada rantingnya
Daun itu akan membusuk, demi menyuburkan tanah akar pohon
Meskipun Pohon tak mengakui daun itu lagi sebagai bagian dari dirinya
tapi Tuhan lebih tau mana yang sebenarnya
Tuhan kuatkan aku dalam menjalani konsekuensi ini

JANGAN COBA

Siul kusiulkan dalam malam, tiada burung beterbangan
Andai indah yang tercipta tak runtuh
Andai Kasih yang tercipta bukan kepalsuan
Bukan sesal
Aku hanya tidak ingin mencoba

Sekarang aku berdiri diatas runtuhnya
Sekarang aku menatap jauh Ragu kepalsuan
Hanya aku sesal, menyesal pernah datang

Tumpuanku telah lenyap, begitu angin berkata
Aku sendiri terombang ambing
Pernah terombang ambing
Jangan coba,
Datang dihadapanku, atau kumusnahkan
Datang Dibalik laluan yang kulewati, atau kuhancurkan dirimu

Jangan coba
Menghindarlah, dari pandang mata
Karena bukan kutak bisa, tapi umpatanku tidak akan pernah berhenti
Sebelum kau berlalu

Kau busukan sendiri sajianku
Kau Rendahkan sendiri martabatmu
Kau patahkan sendiri kakimu
Kau Hunuskan sendiri dadamu
Kau Bakar sendiri tubuhmu

Jangan mencoba menyalahkanku

Madu Hutan

Madu ini bukan madu sembarang madu, dia berurat penuh keluh dan desah. Bukan Pilu, bukan sesal. Manisnya bagai madu hutan, piawainya santun. Keindahan ini lebih dari cukup bagi yang melihat. Siapa insan tuan? dia adalah seorang pengajar, dia adalah pembagi ilmu duniawi. Santunya adalah ilmu akhirat.

Tetapi siapa sangka, semanis itu hingga membuatku tercela, terperanjat. Madu hutan, manis dan liar. Kutengok dan kusesalkan melihatnya. Tutur tak sepadan lakunya. Hanya Tuhan yang tau. Kekaguman pada hamba Tuhan sirna.

 

part 1

Orang Bicara

saat mereka berbicara
aku berdebar
saat mereka berbicara, tubuhku bergejolak
ada ketakutan hadir

saat mereka berbicara
mereka melihatku membisu
saat mereka bicara
aku hadir, merasakan hatiku sakit

saat mereka bicara
aku lebih dari apa yang mereka takutkan

Kaktus

Pesan yang kukirim untukmu bukan semata hanya bualan, penyesalan yang selalu membayangiku, menjadi momok , ketakutanku semakin bertambah ketika semua mulai meninggi. Aku merasakan sepimu, aku merasakan sakitmu, meski hanya setitik. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan berusaha keras untuk merubah sikapku, merubah pandangan masa lalu yang menghantuimu. I’ll never go. Meskipun tuntutan kerja aku penuhi, dan aku selalu merasa dilema ketika waktu berjalan, tanggung jawabku bertambah.

Aku akan membuatmu tau,aku bersungguh sungguh, aku berkeyakinan kita akan bersama. Entah itu engkau fikirkan atau hanya harapanku saja. Entah itu anganku atau kau hanya memaksakan ketakutanmu terus ada, tanpa melihat. Ini aku yg sesungguhnya.

Lewat kaktus aku titipkan sebuah pesan, kesan. Rawatlah cintaku, aku sangat merepotkan. Aku tau itu, aku menyebalkan, aku tidak mengerti kamu, aku tidak sepenuhnya punya waktu untukmu, dan aku selalu memintamu mengerti. Aku berharap, inilah ujian kesabaran. Aku diluar sana hanya melakukan kewajiban, bukan untuk meninggalkanmu. Aku akan segera pulang untukmu, aku akan tetap tersenyum untukmu, aku ingin memelukmu dan ingin kukatakan aku mencintaimu.