Orang Bicara

saat mereka berbicara
aku berdebar
saat mereka berbicara, tubuhku bergejolak
ada ketakutan hadir

saat mereka berbicara
mereka melihatku membisu
saat mereka bicara
aku hadir, merasakan hatiku sakit

saat mereka bicara
aku lebih dari apa yang mereka takutkan

Advertisements

Kaktus

Pesan yang kukirim untukmu bukan semata hanya bualan, penyesalan yang selalu membayangiku, menjadi momok , ketakutanku semakin bertambah ketika semua mulai meninggi. Aku merasakan sepimu, aku merasakan sakitmu, meski hanya setitik. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan berusaha keras untuk merubah sikapku, merubah pandangan masa lalu yang menghantuimu. I’ll never go. Meskipun tuntutan kerja aku penuhi, dan aku selalu merasa dilema ketika waktu berjalan, tanggung jawabku bertambah.

Aku akan membuatmu tau,aku bersungguh sungguh, aku berkeyakinan kita akan bersama. Entah itu engkau fikirkan atau hanya harapanku saja. Entah itu anganku atau kau hanya memaksakan ketakutanmu terus ada, tanpa melihat. Ini aku yg sesungguhnya.

Lewat kaktus aku titipkan sebuah pesan, kesan. Rawatlah cintaku, aku sangat merepotkan. Aku tau itu, aku menyebalkan, aku tidak mengerti kamu, aku tidak sepenuhnya punya waktu untukmu, dan aku selalu memintamu mengerti. Aku berharap, inilah ujian kesabaran. Aku diluar sana hanya melakukan kewajiban, bukan untuk meninggalkanmu. Aku akan segera pulang untukmu, aku akan tetap tersenyum untukmu, aku ingin memelukmu dan ingin kukatakan aku mencintaimu.

INSPIRASI

Selamat datang didunia inspirasiku. Kamu yang sekarang berada didekat hatiku, mengisi hati, hari dan imajinasi. Ya kamu, yang suka bermain main dengan warna, tak banyak yang melihat warna – warninya. Sulit untuk menggambarkan, maaf, melukiskan, tidak juga, mungkin hanya sekadar menuliskan perasaanku sendiri terhadapmu, maaf aku belum bisa menulis namamu disini. Aku tidak mau banyak yang tau. Bukan karena aku malu, enggan atau apa, tapi aku ingat pesanmu. Sesuatu yang belum saatnya  itu  Continue reading

Sejenak

Sejenak Lupakanlah
batasan – batasan yang bukan candumu
sejenak lupakanlah
berapa lama mata ini akan terus bisa memandang
berapa lama nafas ini terus bersautan
sejenak lupakanlah

yang kini kita lewati teruskanlah
hingga muara kelak tiada lagi

sejenak lupakanlah
air mata yang pernah jatuh
dan menguap jauh perlahan menjadi awan dan membasahi hari

Continue reading

RUTAN DAN HUTAN

Dalam sunyi senyap bambu bambu
Ditengah telaga dan diantara tenaga
Hukum yang patuh

Meminang insani dengan poligami
Bukan untuk Diperistri
Hanya tak melihat bilah cahaya pagi namun bersandang tutur
Yang diabdi-abdi
Yang dijunjung-junjung
Yang menutup mata telinga dengan bongkahan jajaran jeruji
Menutup mata pada massa yang sudah memaki-maki

Sama halnya dengan bambu hijau
Sama halnya jejeran tanaman abad
Yang besar dan kuat adalah yang mengendalikan

Hukum yang patuh
Patuh pada yang Kuat dan Besar

Pernah

Jika kau mencoba memalingkan mukamu
ketauhilah aku yang harusnya menyingkir dari pandangmu
Mencoba mengusik dan hinggap dalam pelukmu
Dan berlari hingar-bingarnya malam
dan aku mencoba sekali lagi
Memanggil dan menyerukan Aku rindu padamu
Dan sekali lagi, Aku ingin merasakanya

kemarin saat aku masih beranjak pergi
Kau menuntunku
Merasa aku yang menuliskan secarik kertas itu didepan rumahmu

Merasakan setia jemarimu
merasakan alunan kasih yang sendu
merasakan lurus jalanya,indah

Karena aku pernah memintamu datang
karena aku pernah memintamu menyambutku
Dan kamu pernah menghianati
hingga aku pernah Merasa Keji dan aku
Pernah menyukaimu

original by : Nuru Nonami