Arti Hujan

Langit memberi putih yang nyata
Biru, putih tidak ternoda
Langit memberi hitam yang menakutkan
Bukan amarah, tapi kehidupan
Rumput hijau yang tumbuh menghijau
Pohon yang terus menumbuhkan ranting dahan baru
Bunga bermekaran
Buah ranum untuk dipetik
biji yang menjadi tunas
Dan Kehidupan

Dari arti hujan aku berlindung dibawahnya
Aku mulai kebasahan
Ceria atau sakit
Namun hujan tetap sama sepanjang masa
Kesetiaanya untuk tetap membasahi bumi ini
Langit tidak meminta daun yang dia hijaukan
langit tidak meminta buah segar yang kau petikan
Ataupun bunga untuk kau tabur ke penghujung hujan
Arti hujan , memberi
Tidak Meminta
Cinta hanya tau memberi tanpa memaksa
Cinta hanya tau merindu bukan meminta dirindu
Tidak meminta

Advertisements

TITIP LUKA

Kutitip luka, agar bisa kugantung jauh kesakitan yang bernada sumbang
Aku berasa parau karena sesak tak terhingga, sesal yang tidak bisa kuucap
Baru terasa panas membara api yang baranya kusimpan, membakarmu pula

Sakitnya, membuatku terus meradang
Tuhan aku titip luka, sesal yang tidak akan bisa kugadaikan
Jerit, aku menjerit kecewa dengan diriku sendiri

Ranumnya, keindahanya sudah tiada berdecak
Tak mungkin kusuguhkan
Keutuhan sudah bukan miliku
sudah hancur berkeping keping hatiku
tak mungkin kusuguhkan

Begini luka yang kuderita, ketidakmampuanku berjalan dalam duri
duri yang kurajut sendiri
melukaiku, melukaimu
sesal dada ini
sesak jiwa ini
mencengkeram kuat dan kusulit bernafas
kujatuh namun tak jatuh
aku hanya menitip luka, bukan bahagia, maafkan aku

Luka ini menyiksaku
sesal ini menyiksaku
kekecewaanmu atas diriku adalah siksaan terberatku
bukan kau, tapi akulah penyebab

Jawaban

Kesibukan membawamu terjebak dalam kebingungan, kehampaan, bukan hanya yang menunggumu, tapi dirimu yang mulai meniadakan seseorang dalam hidupmu.

jangan sekali kau ikat tanpa ikatan, dia akan sadar lalu merasakan kesedihan. Setahun dua tahun berlalu, kau masih saja sibuk dengan dirimu, tidak yang lalu yang belum kukatakan, kau menggantung kasih dan sayangku.

Hingga aku mendapatimu dengan seseorang, hancur dan lidahku seakan kelu, aku berputar dan menangis. Kuparkirkan sepedaku dan menunggumu dipersimpangan, benar saja itu adalah kamu, dengan seseorang. Melaju kencang hingga aku tak mampu mengejar lajumu, kukayuh asa. Aku datang padamu dengan keputusasaan. Kutanyai, siapa dirimu sebenarnya? apa maumu terhadapku? berlalu, rasa kecewa berlalu, benar saja aku memaaf dan melupakan. Tapi tak satupun aku tau mana yang benar mana kebenaran. Mana bukti nyata nya, aku masih meragukan.

Dua tahun berlalu, aku sulit mengungkap kepastian dalam dirimu, pesan tidak kau balas. Pesan yang menurutku sangat kunanti. Pesan kebenaran, kepastian , kesanggupan atas 2 tahun berjalan, mungkin ku akan menua. Menua menanti jawabmu. Tapi aku akan mundur jika kau tak memberiku jawaban. Jika benar kau tidak menjawab kebenaran, aku tidak akan pernah datang kepadamu lagi.

6 Juli 2015

Jika dulu Tuhan membukakan mataku dan hal pertama yang kulihat adalah hal yang mustahil, namun perasaan yang melekat ini sangat ingin kuperjuangkan, tidak peduli datangnya seseorang yang menentang. Tapi, akhirnya kumulai ragu dan mundur.

Ketika kubuka mata dan hal yang pertama kulihat sangat ingin kuperjuangkan sudah kudapati, tapi sekarang kumulai ragu kembali, sudah jalan selama ini, tapi dia yang kupercaya mulai pudar cintanya, aku sangat menginginkannya, jauh dari apa yang dia tau, aku berjanji akan selalu bersamanya, meskipun amarah meledak aku tetap akan terus mengatakan aku sayang padamu, seberat apa cobaan dalam duniaku aku akan selalu mengingat kewajibanku terhadapmu, tapi bukan cobaan untuk kehilangan cinta dan perhatianmu.

Aku bukan wanita yang menarik, tapi aku berusaha ingin selalu memanjakanmu, tapi jika pagar yang kubangun begitu tinggi sehingga menutupimu, aku tidak sadar akan hal itu. tapi jika waktumu selama 24 jam itu kau singkirkan aku, aku sangat kecewa terhadap sikapmu, tapi maaf pun tidak untukku karena kau merasa itu bukan kesalahanmu.

Aku sudah berusaha untuk selalu menjaga perasaanmu, kuluangkan kusingkirkan keegoisanku untuk meminta maaf, karena bagaimanapun aku tidak berhak marah atas dirimu, malam berganti siang, semakin lama cintamu mungkin memudar, ketika kuragu kau tidak membuatku merasa nyaman, tapi membiarkan aku berceloteh dengan pemahamanku sendiri, inikah kekhawatiran dulu? dimana hubungan ini semakin sulit dan kau semakin jauh, aku dekat denganmu, tapi mengapa aku ragu dengan cintamu? apa kamu masih mencintaiku?

Mimpi ke-2

Semalam tepatnya, setelah memimpikan apa yang ia sembunyikan bahwa ia sudah menikah (masih menjadi pertanyaan) atau lebih tepatnya tinggal serumah dengan seorang wanita dan juga anak laki laki. Hari berikutnya aku memimpikanya kembali, berbeda cerita, kali ini aku temukan dia seperti biasa, dia menggenggam tanganku didepan banyak orang. Aneh memang, aku hanya diam saat dia menatapku, berbeda memang. Dia selalu datang kedalam mimpiku dengan berbagai macam sifat dan karakter.

Mimpiku bukanlah sekadar mimpi biasa, semalam terjadi dan aku langsung terbangun pukul 1.30 (kira kira).

Keraguanku semakin kuat, sudah beberapa hari dia tidak mengirim kabar. Aku jadi teringat ketika pertama bertemu dan.. kami balikan. Aku yakin ini terakhir kalinya aku mungkin akan pacaran. Sudah bosan aku membangun hubungan baru lalu entah jadi apa. Entah jadi apa aku sekarang, tempat untuk aku bersandar telah lapuk (aku merasakanya), matanya, ucapanya, sekalipun dia tidak mengatakan dia sungguh sungguh mencintaiku. Sedih memang aku beranggapan ini saatnya berlabuh, tapi dermaga semakin jauh, aku terseret ombak dan hanya bisa menatap dermaga dan berkata, aku ingin pulang.

16 Apr 2015

Malam mengalunkan deru air yang sangat deras,bukan hujan, sudah sejak kemarin ia membangun dinding dinding tebal penghalang, dia yang membangun dinding penghalang yang tidak aku pungkiri itu sangat membuatku gelisah.

Aku bertanya padanya, masihkah ada rasa cinta. Sudah selama ini dia bungkam dengan pertanyaanku. Aku menanyakan ini, karena aku melihat ketidakadilan didalam matanya, dia menghakimiku dengan kata katanya tapi matanya tidak cinta. Matanya terhalang dinding tebal yang ia buat sendiri, aku mencoba untuk terlepas, melepaskan diri dari dinding itu, melepaskanya, agar kami terbebas dari dinding itu, tapi dia memilih untuk diam terpenjara sedangku berusaha merobohkan dinding itu sendirian, tapi ku ikut hancur dan dia hanya diam.

MY LOVE TEACH part1

Dedaunan rimbun,Menyelimuti pagi dari timur. Cahaya kemilau menerpa pandangku yang sesekali kuarahkan kelantai bawah,tepat diantara siswi-siswi SMU bergerombol dan kadang saling menertawakan, ada pula yang sedang duduk santai membaca buku, ada yang asyik menenteng barang barang aksesori kepada teman temanya. Namun buka itu yang aku pandang dari pagi ini. Melainkan Seorang siswi cantik yang sedang mengenakan headset hijau sedang membawa kanvas dari jauh, mataku memandangnya dari tadi, dari kejauhan dari sepanjang lorong sekolah yang terjangkau olehku.

Entahlah,Seusai sekolah dia selalu datang ke taman tepatnya dbelakang rumahku.

***

Sepulang mengajar kuletakan tubuhku ini keranjang,tanpa basa basi tanpa kuhiraukan meskipun masih mengenakan sepatu. Tiba tiba suara nyanyian kecil terdengar oleh telingaku. Namun tak sedikit arahku untuk beranjak,hanya mendengar senandung kecil,entahlah itu siapa dan apa yang seseorang lakukan dibelakang rumahku.

Sering aku mendengar senandung itu, tidak ada rasa penasaran olehku, oleh apa dan karena apa tak ada rasa ingin tau. Namun tiba-tiba aku mendengar seseorang jatuh dan suaranya sedikit keras, kusibakan tirai penutup jendela,cukup silau karena pagi masih merambah diketinggian jam keberangkatanku mengajar. Aku bergegas turun dan membalikan arah tubuhku kebelakang rumah, mungkin terkadang aku tidak peduli dengan apa apa saja di sekelilingku, namun kelihatanya gadis itu membutuhkanku,karena tidak ada siapa siapa di dekat rumahku.

“hai,kau tak apa apa?” taganku ku ulurkan seraya ingin membantunya bangkit dari ia duduk, namun dia menepis tanganku, “sombong sekali” batinku.

“hei,kamu berdarah lihatlah” aku melihat kakinya sedikit berdarah, mungkin terluka karena terjatuh

“kamu jatuh dari sana? telunjuku mengarah ke sebuah pohon yang cukup tinggi.

beberapa pertanyaan coba aku berikan ,namun ia tak menjawab satupun,sepatah katapun. Dia hanya beranjak dari ia terjatuh lalu pergi. Entahlah bagiku itu biasa, mungkin dia malu. Anehnya mengapa aku ingin membantuku, jika tau pertolonganku ini ditolak mungkin aku urungkan saja niatku tadi.

***

Setiap sore setelah kejadian itu gadis itu datang,tepat saat aku pulang mengajar. Dia selalu berayun-ayun sendu di ayunan pohon dibelakang rumahku. Hampir setiap hari aku melihatnya. Namun aku tak tau persis wajahnya, karena dia selalu menghadapkan wajahnya ke timur. Dan aku juga tak tau apa yang sebbenarnya ia lakukan disana, menunggu? mungkin saja menunggu seseorang, mungkin umurnya lebih muda dari pada aku, ah aku bicara apa, apa aku tertarik dengan nya? ah tidak, aku hanya mulai penasaran kenapa seusianya yang seharusnya belajar malah sendirian dibelakang rumah orang.

“hei, apa yang kamu lalukan” ah entah,mengapa aku bertanya ini, kulontarkan pertanyaan ini dari atas jendela rumahku dan mungkin ini sedikit tidak sopan. Pantas saja dia hanya menoleh. Ya,saat dia menoleh kearahku, bibirnya, hidung, wajahnya, lembut sekali, meskipun tidak cukup jelas namun wajahnya sangat lembut, matanya sayu, bibirnya berwarna lembut, Matanya kecil sedikit sipit, rambutnya lurus dan berwarna hitam. Ah cantiknya, ada gadis cantik dibelakang rumahku. Tak lama memang, tak lama dia melihatku dari atas sini, kemarin aku tak sempat melihat wajahnya, ah ternyata cantik, menawan, entahlah aku merasa berbunga-bunga.

Aku segera turun, ingin mengenalnya,ya, mungkin ingin mengenalnya. Aku segera berlari dari satu-satu anak tangga rumahku,sepertinya perlahan namun tiba-tiba akku terjatuh. Ah sakit sekali. Namun tak masalah, aku langsung bangkit, tanpa merasakan tulang pinggulku yang sedikit nyeri. Ah sial, dia sudah pergi, tadinya aku hanya ingin  tau namanya saja namun ia sudah pergi, banyak pertanyyaan muncul dari benaku. Dia siapa? setauku aku tidak punya tetangga seperti dia di komplek ini, dan apa yang sebenarnya ia lakukan ? apa yang ia kerjakan disini.

bersambung…

MY LOVE TEACH part 1